7 Jun 2011

10 Negara Yang Penduduknya Pekerja Keras

Jadwal Liburan atau cuti umumnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu bagi para karyawan. Namun bagi sebagian orang, cuti bukanlah segalanya. Mereka yang umumnya workaholic atau gila kerja memilih untuk tetap bekerja ketimbang mengambil libur.

Berikut ini daftar Top Ten Negara yang penduduknya workoholic dikenal pekerja keras (sumber: justsharethis.com). Perhitungannya berdasarkan persentase jumlah orang yang tetap bekerja di hari libur mereka.

10. Cina

bendera cina
Pemerintah Cina menetapkan 11 hari libur nasional dan mengharuskan setiap perusahan untuk memberikan libur setidaknya 10 hari /tahun kepada setiap karyawannya. Namun sekitar 65% dari para pekerja di Cina yang mengambil semua jatah cuti yang merupakan hak mereka.




9. Swedia

bendera swedia

Karyawan di Swedia bekerja rata-rata 1.610 jam dan mendapat libur nasional dari pemerintah sebanyak 11 hari per tahunnya. Namun hanya 63% dari para pekerja di sana yang memilih menggunakan seluruh hari libur mereka.


 

8. Brazil

bendera brazil
Di negeri samba ini, meskipun pemerintah memberikan 11 hari libur nasional dan mewajibkan setiap perusahan memberikan jatah cuti karyawan selama 30 hari, namuna hanya 59% dari karyawan di sana yang benar-benar memanfaatkan semua jatah cuti pertahunnya.

 



7. India
 
bendera india

Pemerintah India menetapkan 16 hari libur nasional dan mewajibkan para perusahan memberikan sedikitnya 12 hari jatah cuti bagi setiap karyawan mereka. Namun begitu hanya 58,5% dari karyawan di sana yang memilih untuk menghabiskan total jatah libur mereka.

 


6. Kanada

bendera kanada 

Karyawan di Kanada rata-rata bekerja selama 1.699 jam per tahun dengan jatah libur nasional 9 hari. Namun hanya 58% saja dari mereka yang memanfaatkan seluruh jatah libur ini.

 



5. Amerika Serikat

bendera amerika 

Di AS, rata-rata para karyawan bekerja selama 1.768 jam per tahun dan pemerintah Obama telah memberikan 10 hari libur nasional. Namun hanya 57% dari karyawan di AS yang memanfaatkan seluruh liburan mereka.

 


4. Korea Selatan

bendera korea selatan 
 
Pemerintah di Korea Selatan telah menetapkan 15 hari libur nasional, namun tercatat hanya 53% saja dari karyawan di sana yang mengambil semua hak libur mereka.

 
 


3. Afrika Selatan

bendera afrika selatan 

Di Afrika Selatan, mendapatkan jatah libur total 12 hari per tahun. Namun hanya 47,5% saja dari karyawan di sana yang mengambil ke 12 hari liburan mereka.

 



2. Australia

bendera australia 

Rata-rata karyawan di Australia bekerja selama 1.690 jam per tahun. Pemerintah di sana menetapkan 8 hari libur nasional. Namun hanya 47% saja yang mengambil semua hari libur mereka.

 


1.Jepang


Posisi utama negara yang penduduknya pekerja keras dipegang oleh Jepang. Pemerintah Jepang menetapkan 16 hari libur nasional per tahunnya. Namun hanya 33% dari karyawan di Jepang yang mengambil semua jatah libur tersebut. Rata-rata para karyawan di Jepang bekerja 1.714 jam per tahun.



Beda dengan di Indonesia, meskipun jatah cuti dan banyak hari libur yang telah diberikan oleh pemerintah kita, tapi ada aja alasan untuk minta libur lebih…

6 Jun 2011

2015 Rusia Kirim Pesawat Menuju Matahari


 undefined
Matahari adalah salah satu bintang terbesar di luar angksa. Namun, sejauh ini belum ada ilmuwan yang bisa melakukan penelitian dari jarak dekat.

Saat ini ada beberapa ilmuwan dari beberapa negara yang tergabung dalam helio-physiciststelah membuat perangkat untuk mendekati Matahari, untuk menelitinya sedekat mungkin. Untuk menunjang penelitian itu, Rusia berencana akan meluncurkan pesawat ruang angkasa ke Matahari.

Ide pertama mengirimkan pesawat ruang angkasa ke Matahari berasal dari komunitas ilmuwan Rusia pada tahun 1970 (di masa Brezhnev). Namun, di awal proyek pertama itu, pesawat tanpa awak itu secara teknis dinilai tidak layak.

Kini para ahli dari Institute of Terrestrial Magnetism, Ionosphere and Radio Wave Propagation atau Pushkov (IZMIRAN), Physics Institute of the Academy of Sciences (FIAN) dan peneliti lainnya, sedang bekerja untuk menyelesaikan proyek  Interhelioprobe. Direktur Lembaga Studi Luar Angkasa dengan Akademisi Ilmu Pengetahuan Rusia, Lev Zelyony, mengatakan tidak menutup kemungkinan bahwa pesawat antariksa ini nanti akan bisa mendekati Matahari pada ketinggian 10-12solar radii.

Dengan jarak sedekat itu, ancaman bahaya memang akan muncul. Selain bahayaoverheating, juga bahaya penguapan sinar di bawah Matahari yang bisa menyebabkan kesalahan dalam pengukuran.

Oleh karena itu, yang akan menjadi prioritas adalah mengembangkan perisai panas yang mampu menahan suhu sampai 600 derajat Celcius. Nantinya, bahan perisai itu akan dibuat dari bahan tungstenmolybdenum, dan bahan tahan api lainnya.

"Mendekati Matahari diperlukan untuk mempelajari fenomena seperti 'solar flares'," kata Vladimir Kuznetsov, Direktur IZMIRAN. "Yang paling penting juga untuk mempelajari siklus Matahari dan dinamo Matahari, karena sampai hari ini kami masih tidak dapat memprediksi awal dan amplitudo siklus ini."

Menurut Kuznetsov, jika mampu mempelajari serta memprediksi siklus Matahari, akan memungkinkan untuk mengurangi dampak bahaya bagi Bumi.

Selain Rusia, proyek serupa juga dilakukan di negara lain. Ilmuwan Eropa yang bekerja untuk Solar Orbiter juga tengah meneliti Matahari dari jarak 60 solar radii (jarak ini sedikit lebih dekat dari orbit Merkurius). American Solar Probe akan mendekati Matahari pada jarak hanya 8.5 radii dari permukaan.

Namun, Solar Orbiter baru akan diluncurkan pada 2017, dan Solar Probe pada tahun 2018. Sedangkan pesawat milik Rusia itu, diyakini para ilmuwan akan diluncurkan pada 2015. 

Gerhana Matahari Muncul Malam Hari Berikut Fotonya

undefined


Fenomena langka terjadi di Norwegia. Jika biasanya melihat Gerhana Matahari terjadi di siang hari, kali ini Gerhana Matahari terjadi malam hari.
Di Norwegia misalnya, dengan diselimuti awan gerhana yang terjadi pada awal bulan ini terlihat lebih indah. Diamati dengan H-alpha filter, Matahari yang biasanya putih terang kalau disiang hari, terlihat merah menyala.
Sementara gambar Gerhana Matahari kedua ini diambil oleh Fotografer Bernt Olsen di Tromso, Norwegia. Gerhana Matahari Parsial itu dijuluki dengan "midnight sun".
Bukan hanya di Norwegia, di Rusia juga terlihat. Lewat Fotografer Svetlana Kulkova dengan mengambil gambar di Bratsk, Matahari yang akan tenggelam itu terlihat lebih eksotis.