Blog Kontrakan 07.
Di sini Kita berbagi Informasi, Segala jenis Informasi... Unik, Joke, Tekno, Life style, Otomotif, Film, Foto, Komik, everything lah...
Jakarta - Permintaan masyarakat sepak bola Indonesia agar Ketua PSSI
Nurdin Halid turun dari jabatannya, membuahkan hasil karya kreatif.
Bahkan, 'Adolf Hitler' pun dilibatkan. Lho?
Video berjudul ‘Hitler Ngamuk Karena Nurdin Enggak Mau Turun’ (video ada
di akhir posting) ini dibuat oleh akun malesbangetdotcom. Berdurasi
4:23 detik, rekaman tersebut telah dilihat oleh sekitar 10.962 khalayak.
Ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Halid
memang banyak dibicarakan oleh masyarakat terkait kinerjanya di lembaga
tersebut.
Di rekaman parodi tersebut, adegan yang diambil dari sebuah film ini
menampilkan Hitler bersama beberapa bawahannya. Ia berbicara dalam
bahasa Jerman. Namun, dari teks terjemahan berbahasa Indonesianya,
tampak seolah die fuhrer sedang membicarakan timnas.
“Tidak masalah karena Indonesia bermain bagus, yang penting sekarang
Nurdin turun," demikian beberapa di antara terjemahannya. Hitler yang
mulanya biasanya saja, kemudian hendak mengamuk.
"Yang main Twitter dan ikut me-retweet #NurdinTurun boleh meninggalkan
ruangan. Sisanya tinggal di sini," perintahnya dalam teks bahasa
Indonesia, sebelum mengamuk.
"Nurdin itu kenapa sih? Dia itu buta atau budek sampai tidak mau turun
juga. Semua orang sudah memasang spanduk dimana-mana dengan tulisan
‘Ganyang Nurdin’," demikian dituliskan teks terjemahan, sementara
pemimpin Nazi itu berteriak-teriak.
Pada akhir video, terlihat Hitler perlahan tenang. Ia tak mau
lagi peduli dengan Nurdin dan menyarankan masyarakat untuk
memperhatikan olahraga lain yang seringkali dihiraukan. Video menarik
ini berhasil menarik berbagai komentar dari masyarakat.
“Nurdin memang tidak tahu malu,” tulis akun nbow1000.
“Mantap, Irfan Bachdim juga terkena sasaran,” kata akun alexskinable.
Pantas
saja bila seekor merpati pos di Kolombia terengah-engah. Ditakdirkan
membawa surat, burung ini justru disuruh menjalankan tugas yang penuh
resiko dan teramat berat, yaitu membawa paket ganja dan kokain ke
penjara di kota Bucaramanga.
Menurut stasiun berita Fox
News, sipir penjara dengan mudah menangkap burung yang sudah kelelahan
itu di luar tembok. Di punggungnya, terdapat kantung berisi ganja dan
kokain seberat 45 gram.
Menurut komandan polisi Bucaramanga, Jose Angel Mendoza, ini adalah
modus baru bagi para napi untuk mendapatkan narkoba. Mendoza mengatakan
bahwa merpati pos itu tidak mampu membawanya terbang sehingga tidak
dapat melalui tembok penjara.
Dua orang sipir penjara dapat menangkap merpati itu tanpa kendala yang
berarti. “Kami menemukan burung itu beberapa meter dari tembok mencoba
terbang dengan paket tersebut. Namun karena kelebihan beban, burung itu
tidak berhasil melancarkan misinya,” ujar Mendoza.
Mendoza mengatakan kemungkinan merpati pos itu dilatih oleh narapidana
atau temannya di luar penjara. Saat ini, tengah diselidiki siapa yang
mengirimkan dan akan menerima paket itu.
Ini bukan kali pertama kepolisian Kolombia menghadapi kasus dimana
binatang digunakan sebagai sarana kejahatan. Sebelumnya pada September
tahun lalu, dilansir dari stasiun berita Sky News, polisi berhasil
mengamankan seekor kakaktua yang digunakan oleh anggota geng pengedar
narkoba sebagai pengawas.
Kakaktua telah dilatih untuk memberikan sinyal jika pada lokasi geng
tersebut bertransaksi terlihat polisi mendekat. Menurut laporan
kepolisian, terdapat 1000 ekor burung kakaktua yang dilatih untuk
menjadi pengawas polisi di Kolombia.
“Kami mendapatkan kakaktua yang ketika melihat polisi akan berteriak
“lari! Lari!”,” ujar komandan polisi kota Barranquilla, Fredy Veloza.