22 Jan 2011

Cara Kreatif Untuk Bunuh Diri


Bunuh Diri
Bunuh Diri
Bunuh Diri
Bunuh Diri
BeritaUnik.net
BeritaUnik.net
BeritaUnik.net
BeritaUnik.net
BeritaUnik.net
BeritaUnik.net
BeritaUnik.net
Bunuh Diri

Video 'Hitler' Minta Nurdin Turun

Jakarta - Permintaan masyarakat sepak bola Indonesia agar Ketua PSSI Nurdin Halid turun dari jabatannya, membuahkan hasil karya kreatif. Bahkan, 'Adolf Hitler' pun dilibatkan. Lho?

Video berjudul ‘Hitler Ngamuk Karena Nurdin Enggak Mau Turun’ (video ada di akhir posting) ini dibuat oleh akun malesbangetdotcom. Berdurasi 4:23 detik, rekaman tersebut telah dilihat oleh sekitar 10.962 khalayak.

Ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Halid memang banyak dibicarakan oleh masyarakat terkait kinerjanya di lembaga tersebut.

Di rekaman parodi tersebut, adegan yang diambil dari sebuah film ini menampilkan Hitler bersama beberapa bawahannya. Ia berbicara dalam bahasa Jerman. Namun, dari teks terjemahan berbahasa Indonesianya, tampak seolah die fuhrer sedang membicarakan timnas.

“Tidak masalah karena Indonesia bermain bagus, yang penting sekarang Nurdin turun," demikian beberapa di antara terjemahannya. Hitler yang mulanya biasanya saja, kemudian hendak mengamuk.

"Yang main Twitter dan ikut me-retweet #NurdinTurun boleh meninggalkan ruangan. Sisanya tinggal di sini," perintahnya dalam teks bahasa Indonesia, sebelum mengamuk.

"Nurdin itu kenapa sih? Dia itu buta atau budek sampai tidak mau turun juga. Semua orang sudah memasang spanduk dimana-mana dengan tulisan ‘Ganyang Nurdin’," demikian dituliskan teks terjemahan, sementara pemimpin Nazi itu berteriak-teriak.



 
Pada akhir video, terlihat Hitler perlahan tenang. Ia tak mau lagi peduli dengan Nurdin dan menyarankan masyarakat untuk memperhatikan olahraga lain yang seringkali dihiraukan. Video menarik ini berhasil menarik berbagai komentar dari masyarakat.

“Nurdin memang tidak tahu malu,” tulis akun nbow1000.

“Mantap, Irfan Bachdim juga terkena sasaran,” kata akun alexskinable.

Kelelahan Membawa Ganja, Kawanan Merpati Pos Ditangkap

Pantas saja bila seekor merpati pos di Kolombia terengah-engah. Ditakdirkan membawa surat, burung ini justru disuruh menjalankan tugas yang penuh resiko dan teramat berat, yaitu membawa paket ganja dan kokain ke penjara di kota Bucaramanga.

Menurut stasiun berita Fox News, sipir penjara dengan mudah menangkap burung yang sudah kelelahan itu di luar tembok. Di punggungnya, terdapat kantung berisi ganja dan kokain seberat 45 gram.

Menurut komandan polisi Bucaramanga, Jose Angel Mendoza, ini adalah modus baru bagi para napi untuk mendapatkan narkoba. Mendoza mengatakan bahwa merpati pos itu tidak mampu membawanya terbang sehingga tidak dapat melalui tembok penjara.

Dua orang sipir penjara dapat menangkap merpati itu tanpa kendala yang berarti. “Kami menemukan burung itu beberapa meter dari tembok mencoba terbang dengan paket tersebut. Namun karena kelebihan beban, burung itu tidak berhasil melancarkan misinya,” ujar Mendoza.

Mendoza mengatakan kemungkinan merpati pos itu dilatih oleh narapidana atau temannya di luar penjara. Saat ini, tengah diselidiki siapa yang mengirimkan dan akan menerima paket itu.

Ini bukan kali pertama kepolisian Kolombia menghadapi kasus dimana binatang digunakan sebagai sarana kejahatan. Sebelumnya pada September tahun lalu, dilansir dari stasiun berita Sky News, polisi berhasil mengamankan seekor kakaktua yang digunakan oleh anggota geng pengedar narkoba sebagai pengawas.

Kakaktua telah dilatih untuk memberikan sinyal jika pada lokasi geng tersebut bertransaksi terlihat polisi mendekat. Menurut laporan kepolisian, terdapat 1000 ekor burung kakaktua yang dilatih untuk menjadi pengawas polisi di Kolombia.

“Kami mendapatkan kakaktua yang ketika melihat polisi akan berteriak “lari! Lari!”,” ujar komandan polisi kota Barranquilla, Fredy Veloza.