12 Jan 2011

U9 Biografi (Sejarah U9 (ungu5)

[U9+b(2).jpg]

Lewat lagu ciptaan sendiri berjudul Ilusi, dan lagu bebas berjudul Musisi milik God Bless, akhirnya kelompok musik yang cikal bakal terbentuknya dari band sekolah di SMP I Kediri ini dinobatkan sebagai grup rock terbaik dari 500-an peserta Djarum Super Rock Festival IX, setelah berhasil menyisihkan 9 rivalnya di grand final, yang digelar Stadion Tambaksari - Surabaya, 25 Agustus 2001.

Tampilnya Ungu 5 yang kemudian berganti nama jadi U9 sebagai juara pertama di festival tersebut sekaligus membuka peluang dan kesempatan untuk masuk ke jalur rekaman. "Itu yang kita tunggu-tunggu," aku Ferdi, dramer U9. Apa yang jadi impian sekaligus obsesi grup rock asal Kediri yang diperkuat Hendra (vokal), Tyo (gitar 1), Sunu (gitar 2), Iwan (bas), Nanda (kibor), dan Ferdi (dram), akhirnya jadi kenyataan dengan dirilisnya debut album mereka bertajuk The Champion Of “All Indonesian Rock Festival IX (2001), yang dirilis Juni 2004.

Mereka juga masih ingat ketika lagu Ilusi sempat dikritik oleh salah satu juri di festival tersebut, banyak dipengaruhi warna Dream Theater. Mereka tidak menampik kalau Dream Theater banyak memberi pengaruh ke U9. Pasalnya semua personel U9 ini pengagum berat grup tersebut. "Di panggung kita paling sering membawakan lagu-lagu mereka. Kebetulan musik kita lebih ke progresif rock," kata Hendra. "Kebetulan kita semua menyukai progresif rock, sehingga rock yang kita mainkan arahnya lebih ke situ, ke rock progresif" sambung Ferdi, yang terpilih sebagai penggebuk dram terbaik Djarum Super Rock Festival IX.

Soal konsep musik albumnya sendiri, menurut Hendra, lebih ke progresif rock. Tapi progresif rocknya tidak serumit grup idola mereka, Dream Theater. Diakui, untuk memainkan progresif rock tingkat kesulitannya cukup tinggi, tapi justru itu yang jadi tantangan personel U9. "Kebetulan sekarang ini nggak banyak grup band yang ke sana, justru U9 arahnya ingin ke prog rock,” kata Ferdi menambahkan.

Nama awalnya Ungu (saja). Dan dengan nama itulah mereka sukses menjadi kampiun Festival Rock Se-Indonesia IX tahun 2001 lalu di Jakarta. Band asal Kediri ini sukses menjadi juara pertama. Dalam perjalanannya kemudian, mereka 'terbentur' soal nama band yang sama dengan band asal Jakarta, yang mengusung pop rock. Akhirnya mereka mengbah (sementara) menjadi Ungu Five. Sempat menjadi pembuka konser Jamrud di Malang, nama band ini kemudian seperti meredup.
Tiba-tiba, nama mereka disebut-sebut kembali ketika beberapa hari lalu, Selasa (8/6/2004) di HardRock Cafe Jakarta, sekumpulan anak muda ini muncul dalam konperensi pers bareng Log Zhelebour. Rupanya mereka merilis album dan mengusung nama baru U9. Beginilah alasan Log,"Perubahan nama ini untuk menghindari kesamaan dengan band yang bernama sama. Sementara angka sembilan karena mereka pemenang festivakl yang ke 9. Semoga bisa bawa hoki," kata Log berseloroh.
Melihat jenjang perjalanan band ini, sebenarnya tak bisa dibilang band baru. U9 terbentuk 11 September 1997 di Surabaya Jawa Timur. Personil awalnya Ferdi Iskandar (dramer), Nanda Iskandar (kibor), DaniIwan Prast (basis), dan Hendra Darmawan (vokal). Untuk kelas lokal Jawa Timur, siapa yang tidak kenal dengan band yang berhomebase di Kediri ini. Beberapa festival kecil yang mereka ikuti, memberikan banyak gelar the best kepada band dan personilnya. Sampai akhirnya juara di festival rock.
Dalam perjalanannya, Ungu Five harus merelakan Dani (gitaris) yang keluar karena alasan pribadi dan merekrut Tyo sebagai gitaris baru. U9 memilih progresif rock sebagai aliran yang mereka anut dengan ertimbangan art rock terkenal dengan tingkat kesulitannya dan mereka bangga sekali kalau bisa memainkan komposisi yang sulit dengan bagus tetai tidak setiap konser mereka memainkannya karena tidak semua rang menyukainya.
U9 juga tak akan menampilkan progresif yang njilmet dalam albumnya nanti, mereka buat pregresi yang ada unusr sweet dan harmoni. Dengan durasi yang lebih pendek. Soal pengaruh musik, Ungu Five mengaku sebenarnya terinspirasi secara personil saja. bagi mereka musik mereka adalah musik pendidikan.
Untuk album barunya ini, mereka memberi judul U9 1st Album The Champion Of "All Indonesia Rock Festival IX" yang mengandalkan hits Salah Aku. Kini mereka beranggota Hendra (vokal), Tyo (gitar), Sunu (gitar), Iwan (bas), Nanda (kibor), dan Ferdi (dram).
Kepada band ini, Log malah sempat melempar pujian, "Mereka sudah punya kematangan bermusik."
Untuk video klip, U9 malah sudah membuat dua klip Salah Aku dikerjakan oleh Jose Purnomo dan Masih Cinta yang digarap Firlan. Untuk album ini, masteringnya digarap di Studio 301 Australia.

BAND asal Kediri ini sekarang siap "bertempur" lagi di kancah musik Indonesia. Apalagi kini mereka sudah diperkuat amunisi baru seperti John Paul Ivan, mantan gitaris Boomerang yang bergabung dengan line-up lain seperti Ferdi [drum], Hendra [vokal] Sunu Kidal [gitar], Nanda [kibord], dan personil baru lainnya, Eenk [bass].

Ivan sebagai personil baru, sudah terlibat dalam penggarapan album baru U9 yang diproduseri oleh Log Zhelebour, awal desember 2005 lalu. Proses recordingnya dilakukan di Studio Logiss Jakarta, dan rencananya albumnya sudah beredar di bursa musik tanah air sekitar awal Maret 2006.

U9 sendiri akhirnya juga harus kehilangan Iwan [bass] yang mengundurkan diri. Iwan adalah personil yang ikut membawa U9 [masih bernama Ungu --red] sebagai jawara Festival Rock versi Log Zhelebour ke-IX, 2001 silam. Personil sebelumnya yang mengundurkan diri adalah Tyo [gitaris] yang digantikan oleh Ivan.

Sedikit tentang album baru, Hendra yang dkontak TEMBANG.com menjelaskan, ada sekitar 38 lagu yang ditawarkan. "Tapi akhirnya dipilih 12 lagu yang terbaik untuk mengisi album baru kita," terang cowok bermata sipit ini kalem.

Ivan sendiri mengaku, meski lebih senior di banding personil U9 lainnya, tapi sebagai personil baru dirinya akan ikut aturan main yang sudah disepakati oleh majamen Log Zhelebour selaku produser. "Yah, saya harus ikut aturan main mereka. Apalagi saya personil baru," terangnya pada suatu kesempatan.

U9 tampaknya siap menjadi magma baru rock Indonesia. Personil baru yang lebih segar, diharapkan bisa membawa band Kediri ini ke tempat yang lebih tinggi lagi.

Sumber : http://pusat-infomusik.blogspot.com/2008/04/sejarah-u9-ungu-5.html

Biografi Funky Kopral

Funky Kopral: Gado-Gado tapi Jago




Album ‘Dadakan’
Funky Kopral adalah band gado – gado, dengan dukungan personil yang menyukai beragam jenis musik, “Tapi selama ini, kami tetap akur-akur saja. Kesukaan pada musik boleh berbeda, tapi pada saat berkarya, visi musik kami sudah satu, ” ujar Angga, vokalis. Anak muda ini nge-rap pada sedikitnya 4 lagu, antaralain pada lagu ‘Depresi’, ‘Suntuk’ dan ‘Burn The Liar’. Lagu yang disebut terakhir, malah nyaris full rap. Padahal, Angga tak gemar benar pada musik rap, “Jaman ngeband pertamakali waktu masih di SMP, gue seneng bawain lagu-lagu Nirvana atau Oasis. Pokoknya, lagu-lagu yang lagi ngetop, waktu itu masih langka lagu rap, ” masih kata Angga.
Kristo dan Arlonsy mengaku, tak pernah mau tabrakan waktu main gitar secara barengan. Double lead guitar dalam formasi Funky Kopral bisa diakali, dengan membuat format aransemen yang memungkinkan masing – masing personil tetap berperan dominan, sambil menjaga ego. Hal itu tampak pada permainan duet gitar Kristo – Arlonsy pada lagu ‘Birokrasi’ dan ‘Masa Depan’. Di sana, permainan gitar keduanya terdengar saut-sautan, tapi tetap pada takaran harmoni musik yang terjaga. “Kalau dia lagi nge-lead, gue nge-rhythm. Begitu sebaliknya. Ngapain harus merasa paling jago, honor mainnya sama ini, ” seloroh Kristo. Itulah asyiknya Funky Kopral. Dalam usia yang nyaris sepantar – antara kelas 2 dan 3 SMU – kecuali drummer Robbi yang sudah jadi mahasiswa, Funky Kopral gampang sekali menyatukan ide dan visi musik. Robbi adalah musisi tertua yang berasal dari Lampung.
Yang unik, Funky Kopral hanya menyodorkan 2 demo lagu waktu pertamakali datang ke pe- rusahaan rekaman ‘Universal Music Indonesia’, yakni lagu ‘Funchopat’ dan ‘Pesta Funky’. Tatkala beberapa hari kemudian mereka diterima masuk ‘keluarga’ Universal tanpa audisi live lagi, “Kami kaget setengah mati. Suka bercampur panik. Masalahnya, terus terang saja, Funky Kopral waktu itu belum siap menggarap rekaman satu album, ” begitu bocoran berita dari Kristo.
Gado-gado & Supermarket
Bulan Maret 1999, mereka mulai masuk studio rekaman ‘Metro Music – Blackboard’, mengambil shift malam, biar tidak tabrakan dengan jadwal sekolah atau kuliah. Pekerjaan baru ini dirampungkan sepanjang 4 bulan, kira-kira dengan 35 shift. Yang membuat Funky Kopral agak lama masuk studio adalah, kekurang siapan mereka pada materi lagu dan aransemen.
“Jika mau jujur, sebenarnya kami belum puas benar dengan hasil album pertama. Tapi, secara konsep bermusik – terus terang – Funky Kopral memang sengaja membuat lagu yang tidak semba- rangan. Artinya, lagu-lagu Funky Kopral bukanlah lagu pasaran. Kami usahakan, jika orang dengar lagu Funky Kopral, ada sesuatu yang beda dari band lain, dan bisa menunjukkan skill bermain kami. Itulah kepuasan Funky Kopral di album pertama, di antara sejumlah kekurangan yang lainnya,” tambah Bondan.
Dari pengembaraan ber-musik mereka sejak awal main band yang rata-rata sejak SMP, ujungnya terbentuklah format musik gado-gado. Ada unsur rock, ada hard core, ada jazzy, rap, funky dan hip-hop. Kelak, setelah basis musik itu mereka olah, jadilah format musik Funky Kopral seperti sekarang. Mereka menyebutnya dengan musik supermarket. Di sana, ada banyak pilihan, tapi tetap mengacu ada style bermusik anak muda: badung, cenderung vulgar dan funky. Tegasnya, Funky Kopral pengen bilang : “Kami tidak fanatik pada aliran musik tertentu. Syukur jika musik Funky Kopral menjadi trend setter perkembangan musik anak muda di Indonesia, ” ujar Angga. Tapi, di ujung wawancara, Funky Kopral menyebut musik yang dimainkannya sebagai jenis musik Funkedhelic Rhythm and Distortion. Tentu saja ala Funky Kopral.
Lirik Menjadi Ciri
Kecuali jenis musik, lirik yang unik dan aktual juga menjadi ciri dari kekuatan bermusik Funky Kopral. ‘Funchopat’ misalnya, bercerita tentang seseorang (atau lebih) yang memiliki kepribadian ganda, tapi gayanya tetap funky, keren dan cool banget. Dalam liriknya seolah ada laki-laki yang disukai cewek, tapi belagak bego. Berdandan ala skater, tapi nggak bisa main skate. Lagu ‘Funchopat’ ini diunggulkan oleh eksekutif produsernya, dan dipilih sebagai single hit perdana. Video klipnya digarap oleh Oleg Sanchabakhtiar dari ‘Planet Design Indonesia’.
“Kami ngasih musik, sutradara ngasih visual. Kami bisa bekerja sama enak sekali dengan tim Mas Oleg. Video klipnya bertema skateboard, gerakan pemain skateboard-nya seirama dengan musiknya. Pemain skateboard-nya kami ambil dari anak-anak skate Kelapa Gading dan Senayan, lokasi syutingnya di Tanjung Priok, ” papar Angga.
Lalu, mari kita lihat lagu ‘Birokrasi’, yang ada bunyi gitar ‘saut-sautan’. Di sana Funky Kopral mengaku tidak mau menyinggung siapa-siapa. Juga bukan lagu kritik sosial. Funky Kopral tidak bermaksud menulis lagu untuk orang tertentu. Terserah, siapa yang merasa tersindir, silahkan bereaksi, “Kayaknya banyak orang birokrat yang cuek-cuek aja dengerin lagu macam itu. Kalau toh pesannya nggak sampai, ya nggak masalah, ” tambah Kristo.
Pada lagu ‘Suntuk’, Funky Kopral mencoba membedah sesuatu yang bersifat rutinitas. Pesan sosialnya ada pada unsur rapnya. Begitu seterusnya. Lalu, lagu apa yang paling punya tingkat kesulitan tinggi? Funky Kopral menganggap tak ada. Sebab semua lagu punya karakter berbeda, tingkat kesulitan tak sama pula. ‘Funchopat’, sulit untuk running bas gitarnya, sedang lagu ‘Birokrasi’ justru punya tingkat kesulitan pada isian double lead guitar-nya. Tapi, kalau ada yang tanya, lagu mana yang paling mereka sukai, awak Funky Kopral akan menjawab sama, “Funchopat”! Sebab Funchopat punya sejarah, karena lagu inilah yang paling awal didengar dan diterima produser eksekutif, ” ujar Angga sambil melepas tawa.
Satu hal yang tak kalah penting adalah, dalam pertunjukan live, Funky Kopral juga enak ditonton. Bergaya di depan kamera dalam penggarapan video klipnya pun, mereka terasa jago. Itu pula sebabnya, tanpa mau dianggap pongah, Funky Kopral memasang pesan “Dengarkan dulu, baru kasih komentar !”
Kopral Yang Funky
Embrio Funky Kopral dibangun sejak tahun 1996, tatkala Arlonsy, Bondan dan Kristo membangun band semasa SMP. Mereka memang satu sekolah di Jakarta. Band tanpa nama itu bubar, pada saat mereka masuk SMU. Suatu hari, mereka punya kerinduan untuk main bareng lagi, dan akhirnya diambillah Angga dan Robbi. Sebelum itu, Bondan sempat ngeband sendiri bersama rekan-rekannya, bahkan ikut dalam kompetisi band Tawuran Levi’s 1998 di Jakarta.
Tatkala diujung November 1997 ‘band ABG’ ini harus main di kampus IKJ kompleks Taman Ismail Marzuki, di tengah jalan mereka berfikir masalah nama bandnya. Tiba-tiba Kristo nyeletuk, “Gimana kalau kopral aja. Setelah disambung-sambungin, kok pas juga. Kopral kan pangkat termuda di tentara, jadi sama dengan band kami yang baru menetas dan anggotanya masih muda-muda. Kemudian, kami hubungkan dengan gaya hidup dan musik kami yang pakai unsur funky. Jadinya artinya, kopral yang bergaya funky…he…he. Ada nggak ya kopral funky ?” canda Kristo. Maka, nama Funky Kopral mulai dipakai resmi pada tanggal 1 Desember 1997. Lucu juga…
Dengan nama inilah rezeki mereka mengalir lumayan deras. Sejak dirilisnya album Funky Kopral Oktober 1999 lalu dalam sebuah Temu Pers di Hard Rock CafĂ© (Jakarta), frekuensi show mereka mulai kenceng. Mereka menganggap pas bermain di tengah audiens anak muda yang mau mengapresiasi musik mereka yang kayak gado-gado dan super-market itu. Misalnya, November lalu mereka main untuk fansnya yang dikelola Radio Madama (Makasar), dengan jumlah audiens yang membludak. Dengan ‘HR’ antara 3 juta – 5 juta perak, Funky Kopral kini mulai mencicil untuk membenahi fasilitas peralatan sendiri.
Band ini juga dikenal sangat kooperatif. Jika di daerah tempat mereka main tak ada peralatan yang memadai sesuai raiders (permintaan peralatan) maka, Funky Kopral biasanya akan membawa peralatan musik sendiri, kecuali set drum dan tata suara, tentunya. Mereka hanya butuh dua ampli untuk dua gitarnya, dan sound engineer yang tanggap pada musik garapannya.
Untuk sementara, Funky Kopral ‘baru’ memiliki 2 orang roadies, “Selebihnya, jika kami main di luar Jawa yang harus memakai pesawat (terbang), biasanya hanya membawa satu orang roadie. Peralatan musik, ditenteng masing-masing oleh musisi. Kasihan promotor jika harus membayar uang tiket lagi, ” ujar Angga.
Armand Maulana dari GIGI berani berkomentar tentang Funky Kopral, “Mereka adalah band masa depan, baik untuk lagu ciptaannya maupun live performance-nya yang asyik !”
 
Funky Kopral adalah :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzbCTeEWIIdFsPz_nlbifc1yfduph4Aj1I1oZQcf1xeWd2KQcQnbFdkiQSbJ-z0fVJ8nIP5-5hNsVFs6KyVF5_Nn6UOs06tL3zGq1R_PNBnjRPNkmzVN_i3ggPW8eNoIOduBwpeyA_8hnm/s400/FuncHopat+Avatars.jpg
Anggara Mulia ( vokal ), lahir di Jakarta 5 Mei 1983. Bersama Funky Kopral, pernah memenangkan penghargaan Juara I Kompetisi Band ABA Pertiwi 1998 dan Juara I dan Favorit Tawuran Musik Levi’s 1998 (bersama Band SMU Islam Harapan Ibu ). Angga adalah murid SMU Islam Harapan Ibu.
Arlonsy Miraldi ( gitar / backing vokal ) dengan nama panggilan Oei / Oncy, lahir di Palu, 2 Oktober 1982. Pelajar SMU 86 ini memakai gitar Ibanez dan aksesori Boss.
Bondan Prakoso ( bas / backing vokal ), Jakarta 8 Mei 1982. Pelajar SMU Islam Harapan Ibu, pemakai bas Ibanez 4 strings dan 5 strings. Pernah jadi penyanyi anak-anak, bahkan sejak usia 5 tahun dan menghasilkan 8 album solo. Bondan pernah terpilih sebagai ‘best bassist’ pada Kompetisi Musik ABA Pertiwi 1998 dan Tawuran Musik Levi’s 1998. Kecuali menggemari ‘aliran’ hardcore, Bondan juga jadi ‘session man’ untuk sejumlah rekaman Blackboard.
Kristo Perwira (gitar), Jakarta 5 Agustus 1981, pelajar SMU 3 Setiabudi, pemakai gitar elektrik Jackson 6 strings dengan aksesoris Boss dan Jim Dunlop.
Bobbi Wibowo ( drummer ), Teluk Betung 7 September 1978, kini mahasiswa Universitas Lampung, jurusan Ekonomi Manajemen. Robbi adalah instruktur drum di Yayasan Musik Cressendo Lampung, tapi entah bagaimana lagi nasib kuliah dan pekerjaannya sebagai guru musik, pada saat ia rela ‘diculik’ memasuki formasi Funky Kopral pada hampir setahun terakhir ini.

Pesawat Siluman Buatan China, Buat AS Terkesima

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/01/12/103020_pesawat-tempur-siluman-buatan-china--j-20_300_225.jpg
China secara resmi mengakui telah melakukan ujicoba penerbangan sebuah pesawat jet tempur berteknologi siluman, J-20. Pengakuan itu disampaikan Presiden Hu Jintao saat menerima tamunya dari Amerika Serikat (AS), Menteri Pertahanan Robert Gates.

Ujicoba itu berlangsung di Chengdu pada Selasa siang, 11 Januari 2011, atau beberapa jam sebelum pertemuan Hu dengan Gates di Beijing. "Saya bertanya langsung kepada Presiden Hu mengenai hal itu. Dia mengatakan bahwa tes itu tidak ada kaitan dengan kunjungan saya dan telah direncanakan sejak lama," kata Gates seperti dikutip stasiun televisi CNN.

"Saya percaya dengan perkataan Presiden Hu, tes itu tidak ada kaitannya dengan kunjungan saya," lanjut Gates.

AS memang menaruh perhatian serius atas upaya China membuat pesawat canggih itu. Hingga kini baru ada satu tipe pesawat tempur berteknologi siluman, yaitu F-22 Raptor buatan AS. Dinamakan pesawat siluman, karena jet terbang itu sulit dipantau radar musuh dan bisa menghindari sinar laser.

Akhir pekan lalu, sebelum terbang ke Beijing, Gates terkesan dengan kemampuan serta kesungguhan China dalam membuat jet tempur canggih. "Menurut saya, apa yang telah kita saksikan adalah mereka [China] bisa jadi sudah lebih maju dari yang diperkirakan intelijen kami dalam membuat pesawat itu," kata Gates.

Bagi kalangan pengamat, ujicoba J-20 jelang kunjungan Gates ke Beijing memang telah disiapkan China. "Itu sudah direncanakan, pertunjukan klasik dalam mengungkapkan kekuatan," kata pengamat militer China, Richard Fisher. "Mereka [China] ingin Presiden Barack Obama dan Kongres baru AS untuk Hu Jintao - yang akan berkunjung ke AS pekan depan - sebagai pemimpin kekuatan super militer berikutnya, yang tuntutannya harus dipenuhi," kata Fisher.

Pekan lalu, foto-foto J-20 sudah tersebar di internet dan telah muncul di surat kabar China berbahasa Inggris, Global Times.

Di kalangan pengamat dirgantara mancanegara, upaya China membangun pesawat tempur siluman sudah menjadi rahasia umum. Pada 2009, pejabat tingi Angkatan Udara China, He Weirong, kepada stasiun televisi CCTV mengatakan bahwa pihaknya segera mengujicoba pesawat tempur generasi keempat.

He saat itu berharap bahwa pesawat tempur siluman buatan China bisa beroperasi dalam kurun delapan hingga sepuluh tahun mendatang.


• VIVAnews