19 Des 2010

10 Pembalap F1 (Formula One) Terbaik Sepanjang Sejarah

Sebenarnya bagi saya ngga begitu seru klo nonton F1 sekarang ini. Karena beberapa alasan antara lain : jarang saya melihat terjadinya salip salipan antar pembalap seperti motogp atau balapan Le-Mans, atau seperti superbike. Selain itu balapannya cenderung monoton dan sepertinya lebih banyak di strategi seperti bermain waktu pergantian ban, dll di pit stop.
Eh ingat loh ini hanya pendapat pribadi saya, karena klo dibaca sama kerabat saya pasti saya akan didebat habis2an sama dia hehe.. Tapi karena info ini menarik yah lumayanlah buat saya save dan bagi2 sama temen buat nambah pengetahuan.
Langsung saja saya mulai dari peringkat ke – 10
10. Jack Brabham (AUS)
Jack Brabham, juara dunia 3 kali yang dimenanginya pada tahun 1959, 1960 dan 1966. Dia balapan sebanyak 128 kali dalam masa 15 tahun karirnya, memenangkan 14 dari jumlah balapan tersebut dan berhasil 31 kali naik podium. Kemenangan pada tahun 1966 sangat spesial baginya karena dia memenangkannya menggunakan mobil sendiri.


9. Nelson Piquet (BRA)
Pembalap formula lain yang berhasil memenangkan juara dunia 3 kali semuanya pada tahun 1980. Dalam 207 kali balapannya dia mencatat 23 kemenangan dan 60 podium. Ayah dari Nelson Piquet Jr ini memenangkan total 481.5 point dalam karirnya.

8. Alberto Ascari (ITA)
Beberapa orang berdebat bahwa Alberto tidak pantas untuk masuk dalam daftar beberapa lainnya mengatakan bahwa dia pantas mendapatkan yang lebih tinggi. Walaupun hanya mengikuti 33 balapan dia berhasil memenangkan juara dunia 2 kali. Alasan utama dia berada dalam daftar adalah tingkat persen kemenangannya. Dia menang 13 dari 33 balapannya dan juga berhasil 17 podium.

7. Niki Lauda (AUS)
1 lagi pembalap yang berhasil mendapat juara dunia 3 kali dengan 9 tahun diantara juara dunia pertamanya dengan yang terakhir. Dia menang 25 dari 177 balapannya, finish di podium 54 kali. Dia menggunaan 5 manufaktur yang berbeda dengan 2 juara saat di Ferrari dan 1 lagi saat di McLaren.

6. Sir Jackie Stewart (SCO)
Di sebut sebagai “The Flying Scott” adalah juara dunia 3 kali (lagi?). Semua juara dunianya didapat pada tahun 1969, 1971 dan 1973. Dia memenangkan 27 dari 100 balapannya dan berhasil naik podium 43 kali yang berarti dia berhasil finish 3 teratas dalam 47% dari balapannya. Dia adalah satu-satunya yang menang juara dunia memakai mobil buatan perancis.

5. Jim Clark (SCO)
Pembalap yang berpengaruh di eranya. Dia merupakan pendahulu dari Jackie Stewart, menang juara dunia pada tahun 1963 dan 1965. Dia meninggal saat kecelakaan pada tahun 1968 ketika balapan di jerman saat setelah 8 tahun balapan. Tanpa kecelakaan dia mungkin dapat menambah juara dunianya 2 kali lagi. Dia menang 25 dari 73 balapan dan mendapatkan dirinya podium 32 kali.
http://www.grandprix.com/jpeg/bc/Clark_65_germany_01_bc.jpg
4. Alain Prost (FRA)
Juara dunia 4 kali hanya 2 orang yang pernah menang lebih dari Alain Prost. Dia mempunyai rival terkemuka yaitu Ayrton Senna teman setimnya di McLaren. Dia menang 51 dari 202 balapannya, dengan 106 penampilan di podium. Point selama dia bertanding adalah point tertinggi kedua di sejarah F1. 51 kemenangannya juga merupakan total kemenangan tertinggi kedua di sejarah F1.

3. Juan Manuel Fangio (ARG)
Superstar pertama di Formula 1, Fangio mendominasi 1950s dengan memenangkan 5 juara dunia dalam dekade tersebut. Dia mencatat 5 juara duina tersebut selama 46 tahun dengan menggunakan 5 tim yang berbeda, Alfa Romeo, Maserati, Mercedez dan Ferrari masih bertahan sampai saat ini. Dia memenangkan 4 kali dalam berturut-turut (1954-1957) dan memenangkan hampir setengah dari balapan yang dia ikuti (24 dari 52). Dia juga naik podium 35 kali.

2. Ayrton Senna (BRA)
Pembalap terakhir yang meninggal saat mengandarai mobil F1. Senna dipertimbangkan untuk menjadi yang terbaik sepanjang masa. Kisah tragisnya disaksikan jutaan penonton langsung dari TV. Senna memenangkan 3 juara dunia pada tahun 1988, 1990 dan 1991. Dia memenangkan 41 dari 162 total balapannya dan mencapai podium 60 kali.

1. Michael Schumacer (GER)
Siapa yang tidak kenal Michael Schumacer ? Dominasinya dalam dunia olahraga dapat dibandingkan dengan Tiger Woods dan Roger Federer. Dia mencatat rekor juara dunia terbanyak (7 kali), kemenangan berturut turut terbanyak (5 kali), kemenangan balapan terbanyak (91 kali), rekor lap tercepat (76), pole position terbanyak (68 kali), skor point terbanyak (1.369) dan kemengan balapan terbanyak dalam single season (13 kali). Dia juga hanya pembalap yang mendapatkan finish podium dalam 1 season saat menuju kemenangan 154 podiumnya. Jadi Schumi memegang 31 rekor Formula 1. Walau dia pembalap yang kontroversial tetap dia adalah pembalap yang tangguh.

nah itulah dia top 10 pembalap f1 terbaik sepanjang masa hingga akhir 2009 ini.
sumber : http://bleacherreport.com/articles/37671-greatest-ever-formula-one-top-ten-drivers-of-all-time

Sejarah Honda NSR500 sang legenda Motogp

Siapa yang tidak kenal Honda NSR500, motor yang diciptakan oleh HRC sekitar tahun 1984 merupakan pendobrak tehnologi pada masa itu. NSR500 adalah satu-satunya motor 2tak yang mendominasi sejarah Motogp sampai 2tak dihapuskan dan diganti 4tak. Dengan motor ini Honda telah memenangkan juara dunia motogp 500 sebanyak 10 kali selama debutnya sejak 1984. Berbekal performa engine yang tak tertandingi NSR 500 adalah satu-satunya motor prototype Motogp yang masuk dalam legenda olah raga adu kebut dunia dan belum ada motor prototype pabrikan lain yang bisa mematahkan torehan sejarahnya.
Revolusi NSR500 dimulai pada tahun 1984-1987, belajar dari pengalaman 3 silinder predecessor, V4 yang baru menggunakan single crankshaft sehingga lebih ringan dan kompak dibandingkan dengan dual crankshaft. Walaupun masih menggunakan sasis sederhana NSR500 versi anyar tersebut mampu memberikan juara dunia untuk kedua kalinya buat Honda pada tahun 1985. Menggunakan V-angle dengan derajat kemiringan 112 ditahun 1987 NSR500 menggunakan karburator Keihin dengan diameter 36mm. Tahun 1987 sekali lagi Honda jadi juara dunia untuk yang ketiga kalinya. Tahun 1988-1989, NSR500 didesign ulang, menggunakan sasis twin spar aluminium sehingga lebih kaku. Begitu juga dengan sektor mesin juga mengalami perombakan total. Pengembangan ini mendongkrak power NSR500 hingga 165hp (123kw) pada 12,000rpm dua kali lipatnya motor Honda generasi awal ikut motogp (Honda RC181, mesin 4tak) tahun 1966. NSR500 revolusi kedua ini kecepatan puncak mampu menggapai 310km/jam, merupakan motor paling kencang pada masa itu. Didukung dengan sasis mumpuni dan tenaga mesin liar tak tertandingi, NSR500 adalah motor tiada lawan pada tahun 1989 hingga sekali lagi juara dunia menjadi milik Honda.
 
Pada tahun 1990 – 1998  mesin V4 NSR500 terus mengalami peningkatan power hingga lebih dari 200hp (150kw). Lewat Mick Doohan NSR500 menjadi legenda ditahun 1990an. Pengembangan mesin dilakukan terus menerus oleh HRC. Tahun 1992 Honda menemukan ide revolusioner pada mesin V4nya yaitu pembakaran 4 silinder dengan derajat kemiringan 65-70 derajat rotasi crankshaft biasa disebut mesin “Big-bang”. Lewat balancing shaft untuk menetralisir  efek giroskopis pada single crankshaft, NSR500 1992 adalah sebuah terobosan teknologi. Doohan menggunakan sistem baru ini untuk mendominasi jalannya balapan hingga memenangkan juara dunia 5 kali kelas 500cc. Memenangkan 12 kali dari 15 race di tahun 1997, memecahkan record kemenangan terbanyak pada satu musim yang pernah ada sejak 1972. Sejarah mencatat NSR500 lewat Mick Doohan memberikan 54 total kemenangan dikelas 500cc, merupakan record yang tak terpatahkan oleh rider manapun dikelas 500cc. Sekitar tahun 1997 NSR500 kembali menggunakan mesin ” Screamer”. Hal ini atas permintaan Doohan yang lebih menyukai mesin liar walaupun dengan konsekuensi lebih susah dikendalikan. Pasca mundurnya Michael Doohan dari kancah motogp, NSR500 masih bertaji hingga tahun 1999 lewat Alex  Criville Honda jadi juara dunia lagi.
 
Detik-detik akhir hayat NSR500 diujung mata seiring dengan bergulirnya tuntutan dihapuskannya mesin 2tak pihak Dorna memberlakukan peraturan baru meningkatkan kapasitas mesin menjadi 990cc 4tak. Dan tahun 2001 ditangan Valentino Rossi, NSR500 menutup sepak terjang dominasinya dikancah motogp 500 selama 2 dekade. Walaupun sudah almarhum, sejarah akan selalu mencatat motor revolusioner HRC ini. NSR500 adalah motor legendaris, dan merupakan icon motor racing kebanggaan pabrikan Honda. Karena kesuksesannyalah NSR dibikin mass produk dari cc besar hingga 150cc dan terbukti sukses penjulannya diseantero dunia. Hanya sayang prestasi Honda terus meredup dikancah motor racing. Karena terbukti versi pengganti, RC211v tidak seganas dominasi NSR pada masanya. Ini adalah merupakan PR buat Honda supaya generasi muda HRC engineer bisa mengikuti jejak bapak  buyutnya yang begitu cemerlang dan brilian menciptakan motor legendaris macam NSR500. Semoga berguna…..(iw/20/4/2010)
Noted : Sumber dari Wikipedia dll.
Revolusi motor racing Honda

Dukungan Spesial Buat Indonesia Melawan Philipina Besok

nih dia tamu Kehormatan Dari Jepang yang bakal ikut nonton Indonesia lawan filipina besok...